Jumat, 20 Juli 2012
Rebonding
Kisah seorang ayah dan anaknya di desa terpencil di pulau Ende NTT.
Waktu anaknya pulang kuliah dari Malang, rambutnya kebetulan ia rebonding, Saat sampai dirumah, babanya kaget sambil bertanya, “Ine, kenapa rambutmu berubah?”.
Anaknya menjawab, “Baba, ni di rebonding namanya”
Babanya tanya lagi, “Ine, apa itu rebonding?”
“Meluruskan” jawab anaknya.
Begitu tiba waktu sholat Maghrib, babanya yang menjadi imam di masjid seraya berkata : “Rebondingkan shoff…….” semua ma’mum tertawa mendengarnya….
termasuk yang membaca status ini hehehe….
Minggu, 08 Juli 2012
Signal
Hallo signal…kemanakah dirimu..?
sejak tadi berlarian tak tentu arah
terbang mengikuti sibuknya dunia dan seisinya
hingga lupa menyapa siapa saja yang sedang menantimu
kau terlalu sibuk dengan mencari celah-celah kecil
dibalik sempitnya nafas kehidupan
atau kau pura-pura tak ingat akan keberadaanmu ada dimana sekarang
dengan dirimu saja engkau lupa
apatah lagi dengan orang lain yang sudah tak sanggup memikul
beban hidupnya yang semakin berat saja
selayaknya kau bantu mereka dengan kelebihan kemampuanmu
mengirimkan kabar berita ke segala penjuru langit dan bumi
katakan kepada manusia-manusia yang sadar
bahwa ada dunia lain yang sedang merana
mari kita berdoa untuk mereka
dan ajaklah orang lain turut bersama mendoakan
terhadap saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia
termasuk yang kini terjadi di Suriah, Myanmar dan Palestina
#Pekalongan, 28 Juni 2012
MasyaAllah
Alangkah indahnya
karena aku bisa melihat kegelapan
sengatan terik matahari
dingin yang menusuk tulang
merasakan lapar dan haus tak tertahankan
kekecewaan yang mendalam
bencana tak terduga
kegagalan
putus asa
sakit
penghinaan
teguran keras
seperti hewan-hewan dan ranting-ranting pohon itu
Berita itu..
Siang yang cukup panas, tapi tetap terasa sejuk di kota apel ini.
Siang itu, saat aku masih istirahat di sekolah, aku coba membuka fb, kulihat
ada pesan di inbox, lalu aku membukanya. “Aslmkm. Mba, mohon doa untuk
kesembuhan mba Mus”, agak kaget aku membacanya, karena beberapa minggu yang
lalunya aku masih saling koment-koment an di status. Benarkah mba mus sedang
sakit, sakit apa? setelah ku tanyakan, hemm sakitnya tidak main-main (ups,sakit
kok main-main).”Kanker otak”..hah yang bener saja, rasanya kok aku belum
percaya, tapi perasaan itu terus membayangiku.
Beberapa hari kemudian, ibuku memberitahuku bahwa putranya guruku
juga mengalami hal yang sama. Sedih juga mendengarnya, jadi pingin tahu tentang
penyakit ini. Sebenarnya dijaman sekarang sudah bukan hal yang mengagetkan
penyakit aneh-aneh bersliweran disekitar kita, tapi bagiku kalau yang mengalami
itu teman, kan jadi kepikiran, sebenarnya apa sih penyebab kanker otak itu.
Banyak penyebab adanya penyakit dalam diri setiap manusia, bisa
karena factor gen, psikis, lingkungan yang tercemar, banyaknya polusi udara,air
dan tanah atau dari makanan. Dan seperti yang kita ketahui, bahwa makanan yang
ada disekitar kita itu banyak yang kurang bagus untuk kesehatan. Ada banyak
campuran yang sudah tidak murni lagi, dalam banyak makanan sudah banyak
mengandung zat-zat pewarna;pemutih, perasa;pemanis,
pengawet, pengenyal, pelembut, pengembang. Belum lagi makanan yang mengandung
kolesterol,baik kolesterol baik dan jahat. Dan ternyata kolesterol jahat itulah yang menyuburkan
pertumbuhan glioblastoma, jenis tumor otak paling umum, sebagaimana hormon
mendorong pertumbuhan kanker payudara dan prostat. Glioblastoma itu merupakan
tumor yang paling agresif dan sulit untuk diobati, Pasien yang mengidapnya,
rata-rata sanggup bertahan 15 bulan setelah didiagnosa. Menurut laporan dalam
suatu penelitian yang ditulis jurnal Cancer Discovery, sembilan puluh
persen pertumbuhan glioblastoma berhubungan dengan kolesterol. Sel-sel tumor
itu sepertinya diprogram untuk menyedot LDL atau kolesterol jahat yang terdapat
dalam tubuh. Sehingga pertumbuhan tumor itu pun semakin cepat. Dan hasil
penelitiannya menunjukkan pertumbuhan tumor tergantung pada jumlah kolesterol
yang ada dalam tubuh untuk hidup dan terus membesar.
Saat mengetahui
aneka macamnya penyakit sekarang, seakan ingin hidup seperti jaman dulu, semua
serba alami, yang tidak membahayakan kesehatan meski kadang sulit mendapatkan
dan saat memakannyapun rasanya berat karena tidak ada campuran bumbu yang
mengundang selera lidah, ahhh…kalau menuruti nafsu perut, tidak ada
habisnya..semua kepingin yang enak-enak, lidah hanya sekedar tempat. Itu
pendapat yang sadar akan kesehatan. Dan anak-anak perlu dibiasakan makan-makan
yang alami, setuju?
Rembulan
Dengan sinarmu dimalam hari
kau temani manusia-manusia yang berkelompok
ataupun yang sedang termenung dalam kesendirian
yang sedang menunggu datangnya pagi
dengan berbagai aktifitasnya
yang lalu lalang menyetrika jalan
mencari ikan di laut dengan umpan yang mematikan
bahkan hingga bibit-bibit ikan
yang menyisiri sawah mencari katak dan bekicot
gelandangan yang tidur ditepi jalan
yang tak menghiraukan bisingnya dunia
atau yang terbuai dalam indahnya mimpi
*Dau, Malang 1 Juli 2012
Persiapan Ramadhan
10 PERSIAPAN UTK MENYAMBUT KEDATANGAN RAMADHAN
1) Berdoalah agar Allah swt. Memberikan kesempatan kpd kita utk bertemu dng bulan Ramadhan dlm keadaan sehat wal afiat.
Dng keadaan sehat, kita dpt melaksanakan ibadah secara maksimal d'bulan itu, baik puasa, sholat, tilawah, dan zikir.
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rejab selalu berdoa,
“Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-soleh slalu memohon kpd Allah agar d'berikan karunia bulan Ramadhan dan berdoa agar Allah menerima amal mereka.
Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, “Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.
” artinya, ya Allah, kurniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang Engkau cintai dan ridhoi.
2) Bersyukurlah dan pujian kpd Allah atas kurnia Ramadhan yg kembali d'berikan kpd kita.
Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, “Dianjurkan bagi setiap orang yg mendapatkan kebaikan dan d'angkat dari diri'y keburukan utk bersujud kpd Allah sebagai tanda syukur dan memuji Allah dng pujian yg sesuai dng keagungan'y.”
Dan d'antara nikmat terbesar yg d'kberikan Allah kpd seorang hamba adalah ketika dia d'berikan kemampuan utk melakukan ibadah dan ketaatan.
Maka, ketika Ramadhan telah tiba dan kita dlm keadaan sehat wal afiat, kita hrs bersyukur dng memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3) Bergembiralah dng kedatangan bulan Ramadhan.
Rasulullah s.a.w. slalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadhan,
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yg penuh berkah. Allah tlh mewajibkan kpd kalian utk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-soleh sangat memperhatikan bulan Ramadhan. Mereka sangat gembira dng kedatangan'y. Tidak ada kegembiraan yg paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan krn bulan itu bulan penuh kebaikan dan turun'y rahmat.
4) Rancanglah agenda kegiatan utk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan.
Ramadhan sangat singkat. Krn itu, isi setiap detik'y dng amalan yg berharga, yg dpt membersihkan diri, dan mendekatkan diri kpd Allah.
5) Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadhan dng ketaatan.
Barangsiapa Jujur kpd Allah, maka Allah akan membantu'y dlm melaksanakan agenda-agenda'y dan memudahkan'y melaksanakan perkara-perkara kebaikan.
“Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yg demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6) Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah d'bulan Ramadhan.
Wajib bagi setiap mukmin beribadah dng d'landasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar puasa kita benar dan d'terima oleh Allah.
“Tanyakanlah kpd orang-orang yg berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah d'Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7) Sambut Ramadhan dng tekad meninggalkan dosa dan tabiat buruk.
Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadhan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kpd Allah, hai orang-orang yg beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
Hadiri majlis ilmu yg membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap utk melaksanakan ketaatan pd bulan Ramadhan.
9) Siapkan diri utk berdakwah d'bulan Ramadhan dng membuat catatan kecil utk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur, memberikan buku saku atw lebaran yg berisi nasehat dan keutamaan puasa.
10) Sambutlah Ramadhan dng membuka lembaran baru yg bersih.
Kepada Allah, dng taubatan nashuhah. Kepada Rasulullah saw., dng melanjutkan risalah dakwah'y dan menjalankan sunnah-sunnah'y. Kepada orang tua, istri,anak, dan kaum kerabat, dng mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dng menjadi orang yg paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yg paling baik adalah yg paling bermanfaat bagi orang lain.
Semoga bermanfaat, mohon maaf atas kekhilafan aku selama ini, mari kita sambut bulan suci Ramadhan sebagai ajang pembenahan mental dan iman serta perkuat ketaqwaan kita..
AamiiÑ Yaªª ŔõßßâĹ AĹamiiÑ.
Merindu surgaMu
Ya Allah…
karuniakanlah kami kefahaman dalam agamaMu
jadikanlah kami insan-insan yang tetap
taubat pada jalanMu
ikatkanlah hati-hati kami
supaya tetap bersamaMu
mengingatMu
dan merindu surgaMu
“Dan janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman”.(Q.S Ali Imron:139)
Coretan Malam
**** Selamat Malam Sayang ****
Dalam alunan nafas yang lembut
kutatap wajah mereka satu persatu
sudah lupa keramaian tadi siang
berebut mainan, tertawa, menangis
saling bergantian
sudah lupa bagaimana mereka mengacak2
rumah yg sudah rapi
ahh…lelah ini baru terasa
remuk redam
bagaikan habis memikul batu
letih yang nikmat
selamat malam sayang
bermimpilah dg mimpi yang indah
Sebuah Perjalanan
Fiksi Mini # Persaudaraan
Suatu waktu di saat aku berjalan-jalan bersama anakku Zaza, aku melihat sekelompok muslimah di Amerika Serikat menutup sekujur tubuhnya dengan jubah hitam. Setiap sore di tempat yang sama kulihat sekelompok ibu berkumpul membentuk lingkaran di taman family housing, Universitas Colorado, Amerika Serikat. Semua berbusana tertutup dan serba hitam. Sebagian dari mereka malah mengenakan cadar. Aku yang melewati kelompok itu ketika aku akan membeli sesuatu, aku hanya dapat mengira-ngira, apa yang menjadi topik perbincangan mereka? Sepertinya seru dan hangat, karena aku dapat mendengar sayup-sayup senda gurau dan tawa tertahan dari mereka.
Sungguh, aku menjadi penasaran, seperti apa wajah-wajah di balik cadar serba hitam itu? Sejauh ini aku hanya bisa membayangkannya saja. Rasa penasaranku sepertinya tak akan pernah terjawab. Sebab, aku tampaknya tak berani bergabung dengan mereka.
Namun, siapa sangka suatu hari aku berkenalan dengan Jamilah, wanita asal Brazil yang menikah dengan seorang pria Timur Tengah. Dari persahabatan lintas budaya inilah aku menemukan jalan untuk mengenal kelompok ibu yang membangkitkan rasa penasaran itu.
Jamilah, seperti halnya kebanyakan wanita Brazil, memiliki rupa yang cantik. Setidaknya itulah penilaianku kepadanya. Bentuk wajahnya eksotis khas Amerika Latin.
Katanya, sebelum menikah dengan Ibrahim, penampilannya sangat modis di depan umum. Dia biasa mengenakan pakaian setengah terbuka ala Barat. Ketika hatinya direbut oleh pria Timur Tengah itu, semua menjadi berubah. Dengan senang hati dia meninggalkan semua itu, menggantinya dengan busana berjubah serba tertutup, layaknya seorang wanita Timur Tengah, lengkap dengan gamis dan cadar hitam. Wajah cantiknya terbenam seketika.
Kami berdua sering bertemu. Kadang hanya minum teh bersama, atau sekadar berbagi resep kue dan roti atau masakan khas kami..(*ntar dikenalin gimana buat rawon yang maknyooooss…..). Pertemuan-pertemuan tersebut selalu mengasyikkan, karena penuh dengan cerita-cerita baru tentang orang-orang dengan latar belakang budaya yang sangat berbeda.
Aku sempat melihat-lihat foto Jamilah ketika masih gadis di Brazil. Betapa kagum aku menyaksikan ia yang kini telah bermetamorfosis. Dia mampu berubah menjadi istri-Muslimah yang baik dan patuh pada suami. Dia telah mulai lancar berbahasa Arab dan sudah piawai menyiapkan hidangan khas Timur Tengah.
Suatu hari aku memberanikan diri bertanya pada Jamilah mengenai sekelompok ibu berjubah hitam yang berbaju persis sama dengan dirinya. Jamilah langsung menanggapinya dengan mengundangku untuk menghadiri pertemuan dengan ibu-ibu itu, yang ternyata sudah terjadwal dengan rapi.
Aku menanti saat itu dengan penuh semangat. Kukenakan gamis batikku yang paling cantik dan anggun….(*promosi rek, hehe…) dan berjalan bersama Jamilah yang berjubah hitam, lengkap dengan cadarnya. Karena cuaca yang kurang menguntungkan, kali ini pertemuan diadakan di dalam ruangan. Kami sampai di apartemen salah seorang ibu yang hari itu menjadi tuan rumah.
Setelah mengintip dari balik pintu dan memastikan tidak ada pria di daerah sekitar situ, pintu terbuka dan kami dipersilakan masuk. Di balik pintu telah tersedia tempat menggantungkan baju-baju. Ya, baju-baju jubah itu ternyata dibuka dan digantung di tempat yang tersedia. Dan, aku terpana melihat wanita-wanita cantik berseliweran di dalam ruangan itu.
Ternyata, meski di depan umum tubuhnya tertutup rapat, namun sesungguhnya di balik itu mereka tetap tampil modis, bahkan terkesan seksi..ups. Mukanya yang tadinya tertutup cadar rapat, kini terlihat jelas. Mata berbinar besar, tulang pipi tinggi, hidung bangir. Sempurna. Subhanallah!
*Teruntuk sahabatku yang akan melangkah kedunia lain…eh benua lain ^_^
Semoga selalu sehat, dimudahkanNya dalam semua urusan, senantiasa dalam ridhoNya, tetap istiqomah dan semoga menemukan komunitas yang semakin mempertebal keimanan serta ukhuwah. Aamiin
Dosen Keren
Fiksi Super Mini# Dosen Keren
Suatu sore di depan kampus UIN Malang, setelah jam pertama program intensive Bahasa Arab selesai, aku duduk dibawah pohon klengkeng bersama teman-temanku. Sambil menunggu jam selanjutnya, biasa kami ngobrol dulu ditempat yang sejuk dan asri dengan rimbunan beberapa pohon klengkeng. Disitu banyak duduk mahasiswa, jadi rame sekali.
“Eh Ay, kamu tahu ga, ada dosen yang lagi jadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa lho..” kata Siska temenku di kelas F2
“Lho emangnya siapa dan kenapa dengan dosen itu?” tanyaku polos.
“Wuih, Ayi ini ketinggalan berita, itu lho yang pertama, ada ustad yang gaul, cakep, masih perjaka, kaya, punya tambak dan kebun apel, suaranya merdu kalo ngaji, hemm banyak yang naksir pingin jadi istrinya lho…”, Dista menjawab.
“Terus yang kedua, ustad ini murah senyum, orangnya manis, punya showroom mobil dan beberapa properti, jago menulis, kalo menulis khot luarbiasa indahnya, juga masih single”, Nahfa menimpali.
“Masak sih..?” tanyaku jadi penasaran.
“Masih ada lagi, kalo yang ini ustadzah, dia cantik, supel, cerdas, punya tiga minimarket, masih gadis, orangnya energik, banyak mahasiswa yang naksir…”, ujarnya si Vian.
“Apa kamu ga tertarik sama dosen-dosen itu, hayoo…”goda Fajar.
“ Siapa nama dosen-dosen itu?”
“ Yang pertama Ustad Ery, yang kedua ustad Halim, trus ustadzah Fitri” jawab Bita.
“Oh gitu ya..eh tahu enggak, kalo ustad Ery itu kakak misananku, ustad Halim itu juga anaknya budheku dan ustadzah Fitri itu kakak ku tahu!!!
”…….????? Benarkah…?” tanya mereka hampir bersamaan.
Lalu aku pergi meninggalkan mereka yang masih terbengong-bengong, sayup-sayup terdengar suara rame didalam kelas yang sudah membahas pelajaran…
”aina ghossaan?”
“ghossan fil khammam…
*Malang, 20 Juni 2012
Suatu sore di depan kampus UIN Malang, setelah jam pertama program intensive Bahasa Arab selesai, aku duduk dibawah pohon klengkeng bersama teman-temanku. Sambil menunggu jam selanjutnya, biasa kami ngobrol dulu ditempat yang sejuk dan asri dengan rimbunan beberapa pohon klengkeng. Disitu banyak duduk mahasiswa, jadi rame sekali.
“Eh Ay, kamu tahu ga, ada dosen yang lagi jadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa lho..” kata Siska temenku di kelas F2
“Lho emangnya siapa dan kenapa dengan dosen itu?” tanyaku polos.
“Wuih, Ayi ini ketinggalan berita, itu lho yang pertama, ada ustad yang gaul, cakep, masih perjaka, kaya, punya tambak dan kebun apel, suaranya merdu kalo ngaji, hemm banyak yang naksir pingin jadi istrinya lho…”, Dista menjawab.
“Terus yang kedua, ustad ini murah senyum, orangnya manis, punya showroom mobil dan beberapa properti, jago menulis, kalo menulis khot luarbiasa indahnya, juga masih single”, Nahfa menimpali.
“Masak sih..?” tanyaku jadi penasaran.
“Masih ada lagi, kalo yang ini ustadzah, dia cantik, supel, cerdas, punya tiga minimarket, masih gadis, orangnya energik, banyak mahasiswa yang naksir…”, ujarnya si Vian.
“Apa kamu ga tertarik sama dosen-dosen itu, hayoo…”goda Fajar.
“ Siapa nama dosen-dosen itu?”
“ Yang pertama Ustad Ery, yang kedua ustad Halim, trus ustadzah Fitri” jawab Bita.
“Oh gitu ya..eh tahu enggak, kalo ustad Ery itu kakak misananku, ustad Halim itu juga anaknya budheku dan ustadzah Fitri itu kakak ku tahu!!!
”…….????? Benarkah…?” tanya mereka hampir bersamaan.
Lalu aku pergi meninggalkan mereka yang masih terbengong-bengong, sayup-sayup terdengar suara rame didalam kelas yang sudah membahas pelajaran…
”aina ghossaan?”
“ghossan fil khammam…
*Malang, 20 Juni 2012
Terang Terus
Fiksi Super Mini # Terus Terang, Terang Terus..(Philips dong hehe….bukan promosi produk lho..)
“Bagaimana? Kamu mau menjadi istri saya?” tanya sosok lelaki itu lagi, masih di ruangan yang sama.
“Boleh,”jawab Ara. “Tetapi apa kamu berani? Anak saya ada 20 orang!”
Suatu hari dalam hidup Zahra Firdausi Karima, datanglah seorang lelaki. Ia tidak terlalu mengenal lelaki ini, kecuali beberapa komentar sekilas dari teman-teman mahasiswa tentang kesholehannya. Dan kini, usai acara diskusi keIslaman di UAKI Universitas Brawijaya, diruang yang hanya terhalang tabir hijab, lelaki itu, Munirul Abidin, berkata ia ingin melamar Ara!Tentu saja Ara terkaget-kaget!
“Bagaimana?” Munir tersenyum arif. “Sungguh, bagi saya 20 anak itu tak jadi masalah! Mereka juga akan menjadi anak2 saya,” ujarnya serius.
Ara diam sesaat. Munir menunggu jawabannya penuh harap. Lalu sayup-sayup terdengar suara adzan Ashar. “Saya akan menjawab 3 hari lagi,” ujar Ara akhirnya.
Munir mengangguk. Merekapun melakukan shalat Ashar di Masjid Raden Fatah Brawijaya.
Atas kehendak Allah jua, tak lama setelah itu mereka menikah. Tiga tahun setelah pernikahan, Allah mengkaruniai mereka lebih dari 500 anak! Ara tahu, Allah telah memberikannya Munir (terang) Abidin (terus/abadi), yang menjadi penerang untuknya dan para anak asuhnya. Juga bagi putra putri yang lahir dari rahim Ara sendiri.
*Terinspirasi dari seorang teman pemilik panti asuhan di kota apel nan sejuk
“Bagaimana? Kamu mau menjadi istri saya?” tanya sosok lelaki itu lagi, masih di ruangan yang sama.
“Boleh,”jawab Ara. “Tetapi apa kamu berani? Anak saya ada 20 orang!”
Suatu hari dalam hidup Zahra Firdausi Karima, datanglah seorang lelaki. Ia tidak terlalu mengenal lelaki ini, kecuali beberapa komentar sekilas dari teman-teman mahasiswa tentang kesholehannya. Dan kini, usai acara diskusi keIslaman di UAKI Universitas Brawijaya, diruang yang hanya terhalang tabir hijab, lelaki itu, Munirul Abidin, berkata ia ingin melamar Ara!Tentu saja Ara terkaget-kaget!
“Bagaimana?” Munir tersenyum arif. “Sungguh, bagi saya 20 anak itu tak jadi masalah! Mereka juga akan menjadi anak2 saya,” ujarnya serius.
Ara diam sesaat. Munir menunggu jawabannya penuh harap. Lalu sayup-sayup terdengar suara adzan Ashar. “Saya akan menjawab 3 hari lagi,” ujar Ara akhirnya.
Munir mengangguk. Merekapun melakukan shalat Ashar di Masjid Raden Fatah Brawijaya.
Atas kehendak Allah jua, tak lama setelah itu mereka menikah. Tiga tahun setelah pernikahan, Allah mengkaruniai mereka lebih dari 500 anak! Ara tahu, Allah telah memberikannya Munir (terang) Abidin (terus/abadi), yang menjadi penerang untuknya dan para anak asuhnya. Juga bagi putra putri yang lahir dari rahim Ara sendiri.
*Terinspirasi dari seorang teman pemilik panti asuhan di kota apel nan sejuk
Langganan:
Komentar (Atom)