Fiksi Super Mini# Dosen Keren
Suatu sore di depan kampus UIN Malang, setelah jam pertama program intensive Bahasa Arab selesai, aku duduk dibawah pohon klengkeng bersama teman-temanku. Sambil menunggu jam selanjutnya, biasa kami ngobrol dulu ditempat yang sejuk dan asri dengan rimbunan beberapa pohon klengkeng. Disitu banyak duduk mahasiswa, jadi rame sekali.
“Eh Ay, kamu tahu ga, ada dosen yang lagi jadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa lho..” kata Siska temenku di kelas F2
“Lho emangnya siapa dan kenapa dengan dosen itu?” tanyaku polos.
“Wuih, Ayi ini ketinggalan berita, itu lho yang pertama, ada ustad yang gaul, cakep, masih perjaka, kaya, punya tambak dan kebun apel, suaranya merdu kalo ngaji, hemm banyak yang naksir pingin jadi istrinya lho…”, Dista menjawab.
“Terus yang kedua, ustad ini murah senyum, orangnya manis, punya showroom mobil dan beberapa properti, jago menulis, kalo menulis khot luarbiasa indahnya, juga masih single”, Nahfa menimpali.
“Masak sih..?” tanyaku jadi penasaran.
“Masih ada lagi, kalo yang ini ustadzah, dia cantik, supel, cerdas, punya tiga minimarket, masih gadis, orangnya energik, banyak mahasiswa yang naksir…”, ujarnya si Vian.
“Apa kamu ga tertarik sama dosen-dosen itu, hayoo…”goda Fajar.
“ Siapa nama dosen-dosen itu?”
“ Yang pertama Ustad Ery, yang kedua ustad Halim, trus ustadzah Fitri” jawab Bita.
“Oh gitu ya..eh tahu enggak, kalo ustad Ery itu kakak misananku, ustad Halim itu juga anaknya budheku dan ustadzah Fitri itu kakak ku tahu!!!
”…….????? Benarkah…?” tanya mereka hampir bersamaan.
Lalu aku pergi meninggalkan mereka yang masih terbengong-bengong, sayup-sayup terdengar suara rame didalam kelas yang sudah membahas pelajaran…
”aina ghossaan?”
“ghossan fil khammam…
*Malang, 20 Juni 2012
Suatu sore di depan kampus UIN Malang, setelah jam pertama program intensive Bahasa Arab selesai, aku duduk dibawah pohon klengkeng bersama teman-temanku. Sambil menunggu jam selanjutnya, biasa kami ngobrol dulu ditempat yang sejuk dan asri dengan rimbunan beberapa pohon klengkeng. Disitu banyak duduk mahasiswa, jadi rame sekali.
“Eh Ay, kamu tahu ga, ada dosen yang lagi jadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa lho..” kata Siska temenku di kelas F2
“Lho emangnya siapa dan kenapa dengan dosen itu?” tanyaku polos.
“Wuih, Ayi ini ketinggalan berita, itu lho yang pertama, ada ustad yang gaul, cakep, masih perjaka, kaya, punya tambak dan kebun apel, suaranya merdu kalo ngaji, hemm banyak yang naksir pingin jadi istrinya lho…”, Dista menjawab.
“Terus yang kedua, ustad ini murah senyum, orangnya manis, punya showroom mobil dan beberapa properti, jago menulis, kalo menulis khot luarbiasa indahnya, juga masih single”, Nahfa menimpali.
“Masak sih..?” tanyaku jadi penasaran.
“Masih ada lagi, kalo yang ini ustadzah, dia cantik, supel, cerdas, punya tiga minimarket, masih gadis, orangnya energik, banyak mahasiswa yang naksir…”, ujarnya si Vian.
“Apa kamu ga tertarik sama dosen-dosen itu, hayoo…”goda Fajar.
“ Siapa nama dosen-dosen itu?”
“ Yang pertama Ustad Ery, yang kedua ustad Halim, trus ustadzah Fitri” jawab Bita.
“Oh gitu ya..eh tahu enggak, kalo ustad Ery itu kakak misananku, ustad Halim itu juga anaknya budheku dan ustadzah Fitri itu kakak ku tahu!!!
”…….????? Benarkah…?” tanya mereka hampir bersamaan.
Lalu aku pergi meninggalkan mereka yang masih terbengong-bengong, sayup-sayup terdengar suara rame didalam kelas yang sudah membahas pelajaran…
”aina ghossaan?”
“ghossan fil khammam…
*Malang, 20 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar